Text
EVALUASI ATAS PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. PLN (PERSERO) AREA PELAYANAN DAN JARINGAN SIDOARJO
Penelitian ini dilaksanakan di PT. PLN (PERSERO) Area Pelayanan dan Jaringan Sidoarjo yang terletak di Jl. A. Yani No. 47-49 Sidoarjo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis hasil evaluasi atas pengukuran kinerja dengan menggunakan metode Balanced Scorecard pada PT. PLN (PERSERO) Area Pelayanan dan Jaringan Sidoarjo. Pengukuran kinerja perusahaan berdasarkan metode Balanced Scorecard merupakan pengukuran dengan menggunakan 4 (empat) perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Untuk perspektif keuangan menggunakan rasio keuangan, operating asset turnover, colection period dan profit margin on sales, untuk perspektif pelanggan menggunakan ukuran SAIDI dan SAIFI, untuk perspektif bisnis internal menggunakan ukuran susut jaringan dan inovasi produk listrik pra bayar serta untuk perspektif pertumbuhan dan pembelajaran menggunakan data pelatihan pegawai dalam meningkatkan kwalitas sumber daya manusia. Kemudian untuk mengetahui keterkaitan antar perspektif, penulis menggunakan analisis hubungan sebab akibat dan analisis trend sebagai penilaian atas kondisi perusahaan.
Berdasarkan hasil evaluasi penelitian kinerja yang telah dicapai selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dengan menggunakan metode Balanced Scorecard yang dapat disimpulkan adalah perusahaan telah memiliki visi dan misi yang mampu diterjemahkan ke dalam keempat perspektif Balanced Scorecard. Perusahaan telah melakukan pengukuran kinerja di keempat perspektif, untuk perspektif keuangan menunjukkan kinerja yang cukup baik, perspektif pelanggan menunjukkan kinerja yang kurang baik, perspektif bisnis internal menunjukkan kinerja yang cukup baik serta untuk perspektif pertumbuhan dan pembelajaran menunjukkan kinerja yang cukup baik. Namun perusahaan memiliki kelemahan dalam mengukur kepuasan pelanggan dan pegawai sehingga dapat disimpulkan implementasi Balanced Scorecard belum optimal dalam pengukuran kinerja perusahaan.
Kata kunci : Balanced Scorecard, hubungan sebab akibat, analisis trend
| 1S122293 | A-12/293 Pra e c.1 | Perpustakaan Pusat - Lantai 2 | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tandon/Tidak dipinjamkan |
Tidak tersedia versi lain