• Beranda
  • Informasi
  • Bantuan
  • Area Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesia Bahasa Jepang Melayu Persia Russian Thai Turkish Urdu

Search by:

All Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI SALAH SATU ALAT PENILAIAN KINERJA MANAJER (STUDI EMPIRIS PADA PT KAI DAOP 8 SURABAYA)



Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan
akuntansi pertanggungjawaban secara efektif dan efisien sesuai dengan fungsinya
yaitu sebagai alat pengendalian biaya dan penelitian kinerja pada PT Kereta Api
Indonesia (Persero) DAOP 8 Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode
kualitatif.
Hasil penelitian diketahui bahwa struktur organisasi perusahaan sudah
menunjukkan dengan jelas wewenang dan tanggungjawabnya sesuai dengan
jenjang organisasi. Kode rekening biaya belum menunjukkan kode pusat
pertanggungjawaban dan kode biaya terkendali dan tidak terkendali. Penyusunan
anggaran belum dibuat berdasarkan pusat pertanggungjawaban. Laporan
pertanggungjawaban dilakukan dengan membandingkan anggaran dan realisasi.
Pada tahun 2014 diketahui bahwa total anggaran biaya sebesar
Rp123,982,421,633 sedangkan total realisasi biaya sebesar Rp107,843,419,465,
sehingga terdapat selisih efisiensi sebesar Rp15,801,837,362. Karena perusahaan
belum menerapkan system akuntansi pertanggungjawaban, maka manajemen
kesulitan untuk mengetahui kinerja setiap manajer pusat pertanggungjawaban
yang efisien dan tidak efisien.Untuk dapat menerapkan system akuntansi
pertanggungjawaban struktur organisasi yang ada pada perusahaan dibuat kode
pusat petanggungjawaban, kode rekening, biaya terkendali dan tidak terkendali.
Penyusunan anggaran disusun dengan melibatkan seluruh manajer pusat
pertanggungjawaban dan disusun secara Bottom Up. Dari hasil evaluasi kinerja
yang dilakukan dengan membandingkan anggaran biaya terkendali dan tidak
terkendali diketahui bahwa Manajer yang efisien yaitu Bag.Junior Manajer
Inspector Sarana, Bag. Ass Manajer Perawatan Sarana, dan Bag. Ass Manajer
Perawatan Lokomotif & KeretaRel Diesel. Sedangkan yang tidak efisien yaitu
Bag.Manajer Sarana dan Bag.Ass Manajer Perawatan Kereta & Gerbong.
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan
system akuntansi pertanggungjawaban, maka pimpinan perusahaan dapat
melakukan evaluasi kinerja manajer pusat pertanggungjawaban yang dapat
digunakan untuk pengambilan keputusan di masa yang akan datang.

Kata Kunci : Akuntansi Pertanggungjawaban, Biaya Terkendali dan Biaya
Tidak Terkendali, Penilaian Kinerja


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
A16/068 Nov p
Penerbit
: ., 2016
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
A16/068
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan STIESIA Surabaya (NPP:3578092B2016754)
Perpustakaan STIESIA Surabaya (NPP:3578092B2016754)
  • Repositori STIESIA
  • Jurnal Mahasiswa

Informasi

   Jalan Menur Pumpungan 30 Surabaya - 60118

  [email protected]

  (031) 594-7505; 594-7840

  @perpus_stiesia

  @perpus_stiesia

  WhatsApp

  Facebook

Pencarian

Ketikkan kata kunci seperti judul, pengarang, atau subyek

© 2026 — Perpustakaan STIESIA Surabaya

Powered by SLiMS
  |    View Stats
Pilih topik yang Anda minati
  • Komputer, informasi dan referensi umum
  • Filsafat dan psikologi
  • Agama
  • Ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Sains dan matematika
  • Teknologi
  • Kesenian dan rekreasi
  • Kesusastraan
  • Sejarah dan geografi
Advanced Search