• Beranda
  • Informasi
  • Bantuan
  • Area Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesia Bahasa Jepang Melayu Persia Russian Thai Turkish Urdu

Search by:

All Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

NILAI SPIRITUAL DALAM KEPEMIMPINAN KARISMATIK Studi Kasus Emha Ainun Nadjib dan Jamaah Maiyah

WAHYU WIDHI WICAKSONO - Personal Name; Dr. Khuzaini, S.E., M.M. - Personal Name;

Kepemimpinan memegang peran krusial dalam pengembangan human capital
di dalam organisasi. Salah satu model kepemimpinan dalam organisasi adalah
kepemimpinan karismatik. Emha Ainun Nadjib menunjukkan contoh
kepemimpinan karismatik di dalam Jamaah Maiyah. Karisma menunjukkan sebuah
anugerah dari Tuhan sehingga seseorang dikaruniai kelebihan tertentu untuk
menjadi pemimpin. Emha Ainun Nadjib juga mengemukakan ilmu kepemimpinan
berdasarkan QS Al Hasyr [59]: 22—23. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara dan data
pendukung sekunder untuk mengeksplorasi kepemimpinan spiritual karismatik
Emha Ainun Nadjib pada Jamaah Maiyah serta membedah ilmu kepemimpinan
berdasarkan QS Al Hasyr [59]: 22—23 yang dikemukakan Emha Ainun Nadjib
Emha Ainun Nadjib dianugerahi kemampuan alami untuk memimpin tetapi
juga didukung oleh proses yang dijalani sejak anak-anak. Nilai spiritual Emha
Ainun Nadjib mengacu pada nilai-nilai agama Islam serta keteladanan dari Nabi
Muhammad saw. Emha Ainun Nadjib menunjukkan kesesuaian dengan beberapa
ciri kepemimpinan karismatik, yaitu karisma dan daya tarik pribadi, visioner,
kemampuan berbicara yang luar biasa, keberanian dan ketegasan, empati dan
perhatian pada orang lain, keteladanan, dan inspiratif, serta kemampuan
memosisikan diri sesuai kedudukan lawan bicara atau pengikutnya. Karakter
kepemimpinan Emha Ainun Nadjib pada Jamaah Maiyah adalah dengan tidak
menunjukkan otoritas sebagai pemimpin, melainkan melalui pemikiran, ketokohan,
perilaku, dan karisma sehingga Jamaah Maiyah terinspirasi untuk meniru dan
meneladani. Ilmu kepemimpinan Emha Ainun Nadjib berdasarkan QS Al Hasyr
[59]: 22—23 menunjukkan bahwa pemimpin harus belajar terus menerus dan
dilandasi oleh niat baik dan rasa kasih sayang pada anggota organisasinya.
Penelitian ini menekankan pentingnya etika yang didasarkan pada nilai-nilai
spiritual yang harus dimiliki seorang pemimpin, terutama pemimpin karismatik.
Agama sebagai sumber spiritualitas utama harus menghasilkan kebermanfaatan
sosial yang bermuara pada kepemimpinan yang efektif.


Ketersediaan
MM-23014MM23/014 Wah n c.1Perpustakaan Pusat - Lantai 2, R. Koleksi KhususTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tandon/Tidak dipinjamkan
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
MM23/014 Wah n
Penerbit
: ., 2023
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
MM23/014
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan STIESIA Surabaya (NPP:3578092B2016754)
Perpustakaan STIESIA Surabaya (NPP:3578092B2016754)
  • Repositori STIESIA
  • Jurnal Mahasiswa

Informasi

   Jalan Menur Pumpungan 30 Surabaya - 60118

  [email protected]

  (031) 594-7505; 594-7840

  @perpus_stiesia

  @perpus_stiesia

  WhatsApp

  Facebook

Pencarian

Ketikkan kata kunci seperti judul, pengarang, atau subyek

© 2026 — Perpustakaan STIESIA Surabaya

Powered by SLiMS
  |    View Stats
Pilih topik yang Anda minati
  • Komputer, informasi dan referensi umum
  • Filsafat dan psikologi
  • Agama
  • Ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Sains dan matematika
  • Teknologi
  • Kesenian dan rekreasi
  • Kesusastraan
  • Sejarah dan geografi
Advanced Search