Text
STRATEGI MARKETING FUNDING DALAM MEMBANGUN LOYALITAS NASABAH KOTA DAN PINGGIRAN ( STUDI KASUS PT. BPR JATIM CABANG GRESIK )
Fokus penelitian ini dilatarbelakangi oleh dunia perbankan yang semakin ketat
persaingannya dimana baik buruknya lembaga keuangan tersebut tidak terlepas dari
kebijakan dan perlakukan pelayanan para pegawai kepada nasabahnya. Bank wajib memantau
kepuasan nasabah supaya terjalin ikatan yang baik dengan para nasabah maupun calon
nasabah. Peranan para marketing funding bukan hanya berperan sebagai penjual produk
dengan orientasi ekonomi yang tinggi jumlahnya melainkan harus mempunyai strategi yang
mampu meningkatkan, mempertahankan, dan mempromosikan produk atau jasa bank.
Dengan di dukung nasabah loyal, PT. BPR Jatim Cabang Gresik diharapkan mampu
meningkatkan kinerja yang lebih baik sesuai target yang ditetapkan. Kritik dan saran dari
para nasabah harus tetap diperhatikan dan menjadi fokus tersendiri bagi para marketing
funding sehingga tidak mempengaruhi tingkat kepuasaan serta loyalitas nasabah kota maupun
nasabah pinggiran.
Jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian kualitatif. Konsep ini menggunakan
teori dari Jill Griffin serta Kotler dan Keller. Teori Griffin dalam Customer Loyalty
mengungkapkan bahwa loyalitas nasabah sebagai pembelian secara mengacak yang timbul
berdasarkan faktor kepercayaan ( trust ) kesadaran diri tanpa adanya suatu paksaan dalam
jangka waktu yang lama. Kotler dan Keller dalam teori Management Pemasaran menyatakan
bahwa kualitas pelayanan berpengaruh dan kepuasan konsumen akan membentuk minat
membeli atau menggunakan kembali suatu produk, yang artinya semakin baik bentuk
pelayanan yang diberikan dan didukung oleh tingkat kepuasan yang tinggi tentunya akan
membentuk loyalitas konsumen atau nasabah.
Hasil akhir dari penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi dua konseptual yaitu
loyalitas nasabah kota dan loyalitas nasabah pinggiran. Loyalitas nasabah kota dalam
memahami peranan marketing funding cenderung lebih kritis dari segi pelayanan,
kenyamanan, kepercayaan, maupun tingkat hubungan sosial yang berdampak pada tingkat
target yang di berikan pada perusahaan perbankan tersebut. Loyalitas nasabah pinggiran
dalam memahami peranan marketing funding cenderung lebih penurut dari segi pelayanan,
kenyamanan, kepercayaan, dan lebih mementingkan hubungan kekeluargaan atau tingkat
sosial yang tinggi. Sehingga standar operasional tidak sesuai dengan lapangan dan lebih
mempertahankan nilai - nilai sosial - budaya.
| MM-25006 | MM25/006 Het s c.1 | Perpustakaan Pusat - Lantai 2, R. Koleksi Khusus | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tandon/Tidak dipinjamkan |
Tidak tersedia versi lain