Text
DETERMINAN SUSTAINABILITY REPORT DIMEDIASI RETURN ON ASSET
Dalam era globalisasi yang semakin kompleks, perusahaan tidak hanya
dituntut untuk mencapai profitabilitas, namun juga untuk memperhatikan kondisi
sosial dan lingkungan dari kegiatan bisnis perusahaan. Konsep Triple Bottom Line
(TBL) menjadi acuan penting dalam mengukur kinerja keberlanjutan melalui
penyusunan Sustainability Report yang mencakup aspek ekonomi, sosial, serta
lingkungan. Sustainability Report mencerminkan komitmen perusahaan terhadap
keberlanjutan dan berfungsi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
perusahaan, dengan tantangan seperti variasi kualitas laporan keberlanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Good
Corporate Governance dengan diproksikan melalui Komite Audit dan Komisaris
Independen, terhadap Sustainability Report dimediasi Profitabilitas yang
diproksikan oleh Return on Asset dalam hubungan tersebut. Penelitian ini
menggunakan sumber data sekunder perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ45
pada Bursa Efek Indonesia selama 5 (lima) tahun periode Agustus s.d Januari dari
tahun 2019 hingga 2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive
sampling.
Temuan penelitian mengindikasikan bahwa (1) Komite Audit berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Sustainability Report, (2) Komisaris Independen
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Sustainability Report, (3) Return on
Asset berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sustainability Report, (4) Komite
Audit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Asset, (5) Komisaris
Independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Asset, dan (6)
tidak ada mediasi dari Return on Asset dalam hubungan antara Komite Audit
dengan Sustainability Report, dan (7) tidak ada mediasi dari Return on Asset dalam
hubungan antara Komisaris Independen dengan Sustainability Report.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas rapat komite audit
meningkatkan transparansi dan kualitas Sustainability Report, namun dapat
menurunkan kinerja keuangan akibat pengawasan yang terlalu ketat. Keberadaan
komisaris independen belum efektif mendorong transparansi, tetapi berkontribusi
positif terhadap kinerja finansial. Kinerja keuangan yang baik juga mendorong
pelaporan keberlanjutan yang lebih transparan.
| MSA-25026 | MSA25/026 Lus d c.1 | Perpustakaan Pusat - Lantai 2, R. Koleksi Khusus | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tandon/Tidak dipinjamkan |
Tidak tersedia versi lain