Text
DETERMINAN PENCEGAHAN KECURANGAN DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus fraud di industri
kosmetik dan skincare, yang menimbulkan kerugian finansial signifikan dan
merusak reputasi perusahaan. Meskipun telah banyak studi tentang pencegahan
fraud, penelitian yang mengintegrasikan peran SIA, SPI, dan GCG dengan budaya
organisasi sebagai variabel moderasi, terutama di konteks UMKM kosmetik di
Indonesia, masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dipilih untuk mengisi
kesenjangan tersebut serta memberi kontribusi teoritis dan praktis dalam
pencegahan fraud.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
korelasional dan kausal komparatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan
adalah purposive sampling, menghasilkan 124 responden yang merupakan
karyawan perusahaan manufaktur kosmetik di Sidoarjo. Data dikumpulkan
melalui kuesioner dengan skala Likert 1-5. Analisis data menggunakan SPSS,
meliputi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi
sederhana, berganda, dan Moderated Regression Analysis (MRA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIA, SPI, dan GCG secara positif dan
signifikan berpengaruh terhadap pencegahan fraud. Namun, budaya organisasi
tidak mampu memoderasi pengaruh SIA dan SPI terhadap pencegahan fraud,
kemungkinan karena karakteristik UMKM yang lebih berorientasi pada kepatuhan
formal dan fokus produksi. Sebaliknya, budaya organisasi terbukti mampu
memoderasi dan memperkuat pengaruh GCG terhadap pencegahan fraud,
menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya yang kuat menjadi katalisator penting bagi
efektivitas GCG dalam lingkungan berbasis kekeluargaan.
| MSA-25035 | MSA25/035 Joa d c.1 | Perpustakaan Pusat - Lantai 2, R. Koleksi Khusus | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tandon/Tidak dipinjamkan |
Tidak tersedia versi lain