Text
PERAN WORK-LIFE BALANCE DALAM MEMEDIASI PENGARUH JOB STRESS DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP TURNOVER INTENTIONS
Tingginya tingkat turnover karyawan menjadi tantangan serius bagi industri
hospitality, termasuk Apartemen PRQ Surabaya yang mengalami lonjakan angka
turnover di tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job
stress dan perceived organizational support terhadap turnover intention, dengan
work-life balance sebagai variabel mediasi. Penelitian didasari oleh teori Social
Exchange Theory yang menekankan prinsip timbal balik antara organisasi dengan
karyawan.
Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan kausal. Teknik
sampling yang digunakan adalah sensus dimana seluruh anggota populasi dijadikan
sampel. Obyek penelitian ini merupakan 51 karyawan Apartemen PRQ, terbagi
dalam departemen operation, tenancy, finance, dan engineering, dengan level
jabatan mulai dari crew/staff, supervisor, chief, hingga manager. Data dikumpulkan
melalui kuesioner online, dengan skala likert 1-5 dan telah diuji validitas dan
reliabilitasnya. Data dianalisa dengan metode Structural Equation Modelling –
Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan software SmartPLS.
Hasil menunjukkan job stress dan perceived organizational support masingmasing
berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Work-life balance
terbukti berperan signifikan sebagai mediator pengaruh perceived organizational
support terhadap turnover intentions, namun tidak pada pengaruh job stress
terhadap turnover intentions. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi
manajemen Apartemen PRQ dalam penyusunan strategi retensi karyawan dan
memperkuat kebijakan kesejahteraan karyawan dengan mempertimbangkan sistem
work-life balance untuk menekan turnover intentions karyawan.
| MM-25014 | MM25/014 Mad p c.1 | Perpustakaan Pusat - Lantai 2, R. Koleksi Khusus | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tandon/Tidak dipinjamkan |
Tidak tersedia versi lain