Text
SUSTAINABILITY REPORTING: PERSPEKTIF FRAMING THEORY DAN RHETORIC THEORY
Penelitian ini berjudul “SUSTAINABILITY REPORTING: PERSPEKTIF
FRAMING THEORY DAN RHETORIC THEORY”. Penelitian ini mengeksplorasi
penggunaan strategi framing dan retorika dalam pelaporan keberlanjutan PT GoTo
selama periode 2021 hingga 2023, yang dianalisis melalui perspektif Teori
Framing, Teori Retorika, Teori Legitimasi, dan Teori Pemangku Kepentingan.
Kedudukan PT GoTo yang merupakan salah satu pelaku kunci dalam ekonomi
digital Indonesia, berada dalam tekanan publik yang tinggi terkait tanggung jawab
sosial dan lingkungannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menerapkan strategi
framing yang dominan dengan menonjolkan narasi mengenai inovasi dan
kemajuan, serta membingkai keberlanjutan sebagai visi jangka panjang, bukan
sebagai bentuk tanggung jawab langsung yang harus segera dipenuhi. Melalui
penyajian data yang diseleksi secara cermat dan narasi yang bersifat optimistis,
PT GoTo membangun citra publik yang positif. Namun, dalam beberapa kasus,
pendekatan ini cenderung menyederhanakan tantangan dan trade off operasional
yang dihadapi.
Unsur-unsur retoris logos, pathos, dan ethos digunakan secara strategis
untuk membangun legitimasi dan kepercayaan. Pendekatan logos tercermin melalui
penyajian data kuantitatif dan rujukan terhadap standar global; pathos diwujudkan
melalui penceritaan yang menyentuh emosi; dan ethos tampak melalui penekanan
pada sertifikasi serta kemitraan dengan pihak ketiga yang kredibel. Strategi-strategi
ini berkontribusi dalam memperkuat reputasi perusahaan di mata investor,
regulator, dan pemangku kepentingan lainnya. Namun demikian, temuan juga
mengindikasikan adanya potensi praktik greenwashing, mengingat transparansi
informasi dalam beberapa bagian tampak dikompromikan demi kepentingan
komunikasi strategis.
Secara teoritis, studi ini berkontribusi dengan memperlihatkan bagaimana
konstruksi naratif dalam pelaporan keberlanjutan dapat menjadi mekanisme untuk
memperoleh legitimasi sekaligus membangun keterlibatan dengan pemangku
kepentingan. Dari sisi praktis, studi ini menegaskan pentingnya pendekatan
pelaporan yang lebih seimbang yakni dengan menyajikan secara transparan baik
capaian maupun keterbatasan guna meningkatkan kredibilitas di mata publik.
Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa laporan keberlanjutan
idealnya tidak berhenti pada fungsi sebagai sarana pencitraan korporat, melainkan
berkembang menjadi instrumen akuntabilitas yang autentik, substansial, dan
berdaya guna dalam mendorong transparansi serta tanggung jawab perusahaan
secara berkelanjutan.
| DIM-25013 | DIM25/013 End s c.1 | Perpustakaan Pusat - Lantai 2, R. Koleksi Khusus | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tandon/Tidak dipinjamkan |
Tidak tersedia versi lain