Text
PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE INTELLECTUAL CAPITAL DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP KINERJA KEUANGAN NILAI PERUSAHAAN
Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatory
yang menjelaskan
hubungan beberapa variabel melalui pengujian hipotesis. Populasi pada
penelitian ini adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non Keuangan yang
terdaftar pada Bursa Efek Indonesia dengan kategori bukan keuangan.
Pemilihan BUMN disebabkan adanya pergeseran paradigma, yang tadinya
dikelola oleh Pemerintah, namun saat ini dikelola secara profesional. Penelitian
ini merupakan penelitian kuantitatif yang menguji pengaruh Good Corporate
Governance (GCG), Intellectual Capital, dan Corporate Social Responsibility
(CSR) terhadap Kinerja Keuangan dan Nilai Perusahaan. Berdasarkan kriteria
populasi tersebut diperoleh 16 BUMN Non Keuangan dengan tahun pengamatan
2012 sampai dengan 2017, kecuali untuk Semen Baturaja yang baru listed tahun
2013..
Penelitian ini menunjukkan hasil: (1) GCG berpengaruh positif signifikan
terhadap nilai perusahaan; (2) Intellectual Capital berpengaruh positif signifikan
terhadap nilai perusahaan; (3) CSR berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai
perusahaan; (4) Kinerja Keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai
perusahaan; (5) GCG berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan;
(6) Intellectual Capital berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja
keuangan; (7) CSR berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan;
(8) Kinerja keuangan memediasi pengaruh GCG terhadap nilai perusahaan; (9)
Kinerja keuangan memediasi pengaruh Intellectual Capital terhadap nilai
perusahaan; dan (10) Kinerja keuangan memediasi pengaruh CSR terhadap nilai
perusahaan. Temuan CSR berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan,
disebabkan karena: (1) Meskipun CSR di Indonesia masih bersifat voluntary,
tetapi pada Perusahaan BUMN, CSR merupakan kewajiban, di mana pada
penelitian ini hanya formalitas karena diwajibkan; (2) proksi CSR pada
penelitian ini hanya mengacu pada ketersediaan laporannya, bukan mengacu
pada nominal Rupiahnya, oleh sebab itu menghasilkan temuan yang berbeda; (3)
Kemungkinan investor yang diteliti adalah investor jangka pendek.
Yang menjadi pembeda pada penelitian ini adalah indikator pengukuran
GCG yang memakai 5 pilar yaitu: Transparency, Accountability, Responsibility,
Independency, dan Fairness (TARIF). Penelitian ini mendukung signalling
theory bahwa perusahaan yang menerapkan GCG, memperhatikan intellectual
capital, serta CSR ditangkap sebagai sinyal positif bagi investor. Selain itu
penelitian ini juga mendukung stakeholder theory dan agency theory bahwa
perusahaan yang menerapkan GCG, memperhatikan intellectual capital, serta
CSR akan membuat manajer lebih fokus mengelola perusahaan, tanpa terhalang
oleh kasus sosial, HAM, demo dari masyarakat, sehingga membuat stakeholder
dilindungi, serta merupakan bentuk pertanggungjawaban agen terhadap
prinsipal.
| DIM-20005 | DIM20/005 Lus p c.1 | Perpustakaan Pusat - Lantai 2, R. Koleksi Khusus | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tandon/Tidak dipinjamkan |
Tidak tersedia versi lain