• Beranda
  • Informasi
  • Bantuan
  • Area Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesia Bahasa Jepang Melayu Persia Russian Thai Turkish Urdu

Search by:

All Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS TANAMAN KARET SEBAGAI ASET BIOLOGIS PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII (PERSERO) SURABAYA


Aset biologis merupakan tanaman dan hewan yang mengalami
akresi
akibat pertumbuhan akibat pertumbuhan alami. P
erusahaan
yg memiliki aset
biologis
perlu
suatu
perlakuan akuntansi khusus berdasarkan sebuah standar atas
aset biologis yang dimiliki agar nilai dari aset tersebut tidak ditampilkan lebih
(
overstate
) atau ditampilkan kurang (
understate)
dalam usaha memberikan
informasi keuangan yang relevan dan reliabe
l bagi pengguna laporan keuangan.
IASC (International Accounting Standar Committee) telah mempublikasikan IAS
41 tentang
Agriculture
yang mengatur tentang aset biologis
yang dapat dijadikan
pedoman dalam penyusunan dan pelaporan keuangan perusahaan.
Peneli
tian ini dilakukan p
ada PT. Perkebunan Nusantara XII (Persero)
Surabaya
yang bergerak dalam bidang
subsektor perkebunan dengan tanaman
karet sebagai objek penelitian. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui dan
menganalisis perlakuan akuntansi atas k
ejadian
-
kejadian yang terkait dengan
tanaman karet sebagai aset biologis pada PT. Perkebunan Nusantara XII (Persero)
Surabaya.
PTPN XII sebagai salah satu perusahaan yang memiliki dan mengelola
aset biologis belum sepenuhnya menerapkan IAS 41
Agriculture
. Hal ini karena
tanaman karet tidak memiliki nilai pasar aktif, maka sulit untuk menentukan nilai
wajar. Sehingga perusahaan memilih mengukur aset biologis yang dikelolanya
berdasarkan nilai perolehan. Aset biologis diukur berdasarkan nilai perolehan dan
disajikan pada neraca sebesar nilai bukunya (nilai perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan).
Nilai perolehan didapatkan dengan menjumlahkan semua
pengeluaran mulai tahap persiapan bibit hingga tanaman karet berproduksi
menghasilkan lateks atau telah menja
di tanaman menghasilkan.
Tanaman
menghasilkan yang
telah siap disadap/dipanen diadakan penyusutan pada
setiap
periodenya
terhitung saat dilakukannya reklasifikasi. U
ntuk meningkatkan
keandalan laporan keuangan, perusahaan perlu membuat catatan terkait deng
an
aset biologis
dan mengacu ke IFRS.
Kata kunci : Aset biologis, IAS 41, nilai perolehan, keandalan informasi.


Ketersediaan
1S122261A-12/261 Ars p c.1Perpustakaan Pusat - Lantai 2Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tandon/Tidak dipinjamkan
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
A-12/261 Ars p
Penerbit
New Delhi : ., 2012
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
A-12/261
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan STIESIA Surabaya (NPP:3578092B2016754)
Perpustakaan STIESIA Surabaya (NPP:3578092B2016754)
  • Repositori STIESIA
  • Jurnal Mahasiswa

Informasi

   Jalan Menur Pumpungan 30 Surabaya - 60118

  [email protected]

  (031) 594-7505; 594-7840

  @perpus_stiesia

  @perpus_stiesia

  WhatsApp

  Facebook

Pencarian

Ketikkan kata kunci seperti judul, pengarang, atau subyek

© 2026 — Perpustakaan STIESIA Surabaya

Powered by SLiMS
  |    View Stats
Pilih topik yang Anda minati
  • Komputer, informasi dan referensi umum
  • Filsafat dan psikologi
  • Agama
  • Ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Sains dan matematika
  • Teknologi
  • Kesenian dan rekreasi
  • Kesusastraan
  • Sejarah dan geografi
Advanced Search