Text
DIMENSI TANGIBLE, INTANGIBLE DAN FENOMENOLOGIS ATAS MERGER [STUDI PADA PT PELABUHAN INDONESIA (PERSERO)]
Studi penelitian ini merupakan sebuah penelitian fundamnetal yang berangkat
dari adanya fenomena merger. Merger pada umumnya dibahas dalam ranah
strategik dengan variabel berbasis sumber daya tangible dan sumber daya
intangible. Pemetaan atas sumber daya tangible dan intangible lebih banyak
difokuskan pada pandangan merger berbasis tujuan untuk mencapai peningkatan
strategik seperti perluasan pasar, peningkatan pendapatan keuangan hingga
ketercapaian efisiensi dan efektifitas akan keberhasilan dan kegagalan merger pada
tingkat organisasi. Minim penelitian yang mengkaji merger dengan berfokus pada
pandangan merger berbasis proses pada tingkat individu yang melekat pada
pengalaman para aktor yang terlibat dan mengalami merger secara langsung.
Merger merupakan sebuah fenomena yang kompleks sehingga penting untuk
mampu mengkaji merger secara holistik dan komprehensif dengan menangkap
merger dari dimensi tangible, intangible dan fenomenologis. Hal ini menjadi
gagasan utama untuk melakukan penelitian merger dengan memadukan
pengetahuan merger pada tingkat organisasi dan personal. Penelitia ini bertujuan
mengeksplorasi dimensi tangible, intangible dan menangkap makna merger yang
diungkap secara langung oleh informan sebagai dimensi fenomenologis.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dimensi
fenomenologi guna mengungkap kesadaran para informan dalam merger.
Sensemaking theory juga disertakan sebagai pisau analisis guna menjelaskan dasar
dari setiap ungkapan dan interpretasi tindakan informan dalam melewati fase
merger. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara
dengan trianggulasi sebagai teknik analisa data. Penelitian ini berhasil
mengekplorasi dimensi tangible sebagai sebuah aksi korporasi yang menjelaskan
landasan keberadaan merger, dimensi intangible sebagai sebuah akulturasi dalam
merger yang menjelaskan faktor-faktor yang mampu memperkuat motivasi merger,
serta dimensi fenomenologis sebagai psikologis merger yang menjelaskan
konsekuensi merger melalui pengalaman (experience) dan kesadaran
(conciousness). Hasil penelitian ini sampai pada sebuah proposisi dimana merger
bukan hanya tentang kepentingan organisasi melainkan terdapat kepentigan
individu yang harus diperhatikan. Hal ini yang menjadi landasan temuan konsep
merger lanjut dimana merger bukan sekedar tentang bertahan melainkan tentang
pemaknaan bersama yang dibangun guna dapat terus berlanjut.
| DIM-25005 | DIM25/005 Ino d c.1 | Perpustakaan Pusat - Lantai 2, R. Koleksi Khusus | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tandon/Tidak dipinjamkan |
Tidak tersedia versi lain